nasional

Tim Basarnas Balikpapan Bantu Evakuasi Korban KM Santika Terbakar di Masalembo

Merdeka.com – Tim Basarnas Balikpapan dikerahkan ke perairan Masalembo, membantu proses evakuasi korban KM Santika Nusantara rute Surabaya-Banjarmasin, yang terbakar Kamis (22/8) malam. Diperkirakan tim tiba di perairan Masalembo sekira pukul 18.30 Wita, Minggu (25/8).

Tim Basarnas Balikpapan, bertolak dari dermaga Somber di Balikpapan menggunakan kapal SAR KN Wisanggeni 236, sekira pukul 23.30 WITA, Sabtu (24/8) malam. Tim terdiri dari 16 ABK, 4 cadet, 1 Office Boy (OB), 10 personel rescuer serta 1 analis operasi SAR.

“Per jam 10.30 siang ini, KN Wisanggeni berada di perairan Kota Baru, Kalimantan Selatan. Diperkirakan tiba di perairan Masalembo sekira jam 6.30 sore ini nanti,” kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Balikpapan, Octavianto, Minggu (25/8).

Octavianto menerangkan, keberangkatan tim Basarnas Balikpapan, menyusul instruksi Direktur Operasi Basarnas, agar Basarnas Balikpapan ikut membantu proses evakuasi korban KM Santika, yang tengah dilakukan Basarnas Surabaya dan Banjarmasin. “Cuaca saat ini di perjalanan baik. Cuma malam tadi, subuh, ketinggian gelombang perairan 2-3 meter,” ujar Octavianto.

HO/Basarnas Balikpapan

Dijelaskan Octavianto, lokasi keberangkatan dari Balikpapan, menuju Masalembo sendiri, berjarak sekitar 200 nautical miles (NM). “Selain personel, kami juga membawa alat utama SAR,” terang Octavianto.

“Begitu tiba di Masalembo, Basarnas Balikpapan ikut serta dalam proses evakuasi dalam operasi SAR, yang dikendalikan kantor SAR Surabaya. Personel SAR Balikpapan dalam kondisi baik, siap melaksanakan operasi SAR,” demikian Octavianto.

Informasi diperoleh merdeka.com dari Basarnas hingga Sabtu (24/8) kemarin, pascakejadian telah dievakuasi 303 orang penumpang KM Santika Nusantara, di mana 3 di antaranya meninggal dunia. Sebelumnya, berdasarkan laporan awal Basarnas Surabaya, jumlah penumpang saat kejadian 111 orang. Namun demikian selama proses evakuasi, jumlah korban terus bertambah