nasional

Gunung Lawu Bertopi Awan, BMKG: Cukup Bahaya untuk Penerbangan Rendah

Magetan – Gunung Lawu menampakkan keindahan kembali dengan munculnya awan yang membentuk mirip topi. Gumpalan awan menyerupai topi itu terlihat di atas gunung yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

BMKG angka bicara terkait fenomena alam yang muncul bukan pertama kalinya. Awan tersebut dinamakan awan lenticuralis atau awan ‘topi’, yang bisa muncul di dataran tinggi atau pegunungan.

“Jika foto dalam gambar itu bukan editan yang bisa saya jelaskan, bahwa awan seperti itu adalah awan lenticularis yang muncul di sekitaran gunung atau dataran tinggi,” terang Kepala Stasiun Geofisika BMKG, Sawahan, Nganjuk Muhammad Chudori saat dihubungi detikcom, Kamis (3/10/2019).

Awan membentuk topi yang ada di puncak gunung itu, kata Chudori, secara umum tidak berbahaya. Namun awan itu, lanjut Chudori, cukup berbahaya bagi penerbangan. Sebab, akan terjadi guncangan.

“Secara umum tidak berbahaya, akan tetapi bagi dunia penerbangan cukup berbahaya, karena pesawat akan mengalami turbulensi atau guncangan,” katanya.

Chudori mengungkapkan, awan lenticularis itu terjadi adanya gelombang gunung atau angin lapisan atas (di atas permukaan), yang cukup kuat. Gelombang angin itu muncul dari suatu sisi gunung dan membentur dinding pegunungan, sehingga menimbulkan turbulensi di sisi gunung lainnya.

“Jadi itu terjadi akibat adanya gelombang gunung atau angin lapisan atas yang cukup kuat dari suatu sisi gunung dan membentur dinding pegunungan sehingga menimbulkan turbulensi di sisi gunung lainnya. Akhirnya membentuk awan-awan bertingkat yang berputar seperti lensa. Awan-awan ini mengindikasikan adanya turbulensi atau putaran angin secara vertikal yang cukup kuat. Sehingga berbahaya bagi penerbangan rendah seperti helikopter di sekitar awan,” ungkapnya.

Chudori menambahkan, bahwa fenomena awan ini secara meteorologi, tidak mengindikasikan fenomena lain, seperti akan datangnya gempa atau bencana besar lainnya. Awan tersebut hanya mengindikasikan adanya turbulensi di lapisan atas (bukan di permukaan bumi).

“Fenomena ini jarang terjadi dan hanya bersifat momentum atau waktu-waktu tertentu, biasanya ditandai adanya kecepatan angin yang cukup kuat lebih dari beberapa hari di sekitar pegunungan,” tandasnya.

Keindahan puncak Gunung Lawu kembali jadi perhatian warga Kabupaten Magetan. Dari kejauhan, tampak di atas Gunung Lawu awan membentuk lingkaran menyerupai topi.

“Wah Gunung Lawunya indah ya. Ada topi di atasnya,” kata Aqilah (8), salah satu siswi SDIT Salsabila, Tebon Kecamatan Barat, Magetan, saat bermain bersama temannya,.

Munculnya awan menyererupai topi itu terlihat sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Munculnya awan berbentuk topi di puncak Gunung Lawu itu pun banyak diabadikan warga dan diunggah di media sosial.
(fat/fat)

sc:
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4732418/gunung-lawu-bertopi-awan-bmkg-cukup-bahaya-untuk-penerbangan-rendah