nasional

Diduga Terlibat Korupsi Kas Daerah, Mantan Bupati Sragen Ditahan

Setelah menjadi tersangka sejak Desember 2018 lalu, mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman akhirnya dijebloskan ke dalam sel tahanan Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIA Kabupaten Sragen. Penahanan dilakukan setelah Ketua Partai Golkar Sragen itu menjalani dua kali pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Kepala Kejari Sragen Syarief mengatakan penahanan Agus dilakukan pada Jumat pekan lalu usai pemeriksaan. Agus terlibat kasus dugaan korupsi kas daerah (Kasda) Sragen tahun 2003-2011.

“Pak Agus kita tahan pada hari Jumat (14/6) lalu, setelah menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Kejari Sragen selama empat jam. Pemeriksaan sempat terpotong untuk salat Jumat,” ujar Syarief, Senin (17/6).

Setelah selesai pemeriksaan, lanjut Syarief tim penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka hingga 20 hari ke depan untuk mempermudah proses penyidikan.
.
Syarief mengemukakan, keputusan penahanan tersangka telah sesuai ketentuan yang diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (Kuhap). Menurutnya, ada dua alasan obyektif di mana Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor bisa dilakukan penahanan.

“Pertimbangan lainnya merupakan alasan subjektif dari penyidik. Sesuai Kuhap ada 3 alasan di situ bahwa ada kekhawatiran tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti maupun mengulangi tindak pidana,” jelasnya.

Lebih lanjut Syarief menyampaikan, pihaknya akan secepatnya menyelesaikan penyidikan kasus tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya akan melimpahkan berkas kasus tersebut ke Pengadilan Tipikor di Semarang.

Kasus dugaan korupsi Kasda Sragen 2003-2011 terjadi pada masa pemerintahan Bupati Sragen Untung Wiyono. Di mana Agus Fatchur Rahman menjabat sebagai wakilnya. Dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 11,2 miliar ini, mantan Bupati Untung Wiyono telah menjalani hukuman 7 tahun penjara.

Untung yang bebas pada 21 Maret 2012 silam telah mengembalikan dana Rp 10,6 miliar dari kerugian Rp 11,2 miliar. Sehingga masih ada selisih nilai Rp 604,6 juta. Kejari Sragen kemudian kembali melakukan penyelidikan kasus tersebut. Hasilnya, Agus Fatchur Rahman ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga ingatdomino.com untuk lebih jelas tentang situs poker idn poker dominoqq terpercaya